Contoh Naskah Drama Monolog

Ini naskah drama buatan saya, saduran dari novel Umang sih,, juga ada beberapa perubahan, menyesuaikan penampilan saya kemarin.. hehehe

walaupun akhirnya show saya gak bagus bagus amat, saya tetap bangga.! yeahh…Image

DI MANA BADANKU?

Terinspirasi dari Novel “Umang”

Ditulis kembali oleh Mei Sartika/XII AK 1/36

 

TOKOH:

MAYANGSARI : 25 tahun; santriwati; selalu ingin tahu

Aku seorang Umang. Aku juga yatim piatu. Sebenarnya aku dari Pulau Sumatra, tapi entah mengapa, aku bisa sampai di suatu pesantren di Pulau Jawa. Aku tertarik mempelajari ilmu pangracutan sukma yang aku baca dari buku kuno di perpustakaan Masjid Istiqlal di Jakarta. Setelah berpuasa 7 hari dengan hanya sahur dan berbuka dengan kunyit, akhirnya aku berhasil mempraktikannya dan bertemu dengan wanita cantik penguasa Pantai Selatan, Nyi Roro Kidul. Dan sekarang, aku ingin pulang.

  1. Mayangsari    :  (memasuki pekarangan masjid) Assalamu’alaikum… Kok tidak ada yang menjawab ya? Oh, iya. Ini kan rohku. Mana ada yang bisa mendengarku. (menepuk jidad)
  2. Mayangsari    :  (berjalan beberapa langkah menuju jasad ditinggal) Lho, ke mana? Ke mana jasadku? Siapa yang menggesernya? Tadi jelas ada di sini.
  3. Mayangsari    :  Nah itu Zahra, Azizah, Ustadzah Murni, dan teman-teman yang lain. Tapi, kenapa semua tampak sedih? Kenapa mereka menangis? Ada apa ini?
  4. Mayangsari    :  (kembali bingung mencari jasad) Aduh!! Di mana sih badanku? Aku harus kembali ke badanku. Aku harus tahu apa yang sebenarnya terjadi.
  5. Mayangsari    :    Hah?? Mayat?? Mayat siapa itu? Ini jam berapa sih? (melihat ke arah jam dinding) Jam 10.50. Ini siang atau malam? Sayang aku tidak bisa membedakannya. Andai saja aku sudah kembali ke badanku, pasti aku tahu ini siang atau malam. Wah!! Lampu masjid tidak menyala. Berarti ini siang.
  6. Mayangsari    :  (mencoba mendengar pembicaraan teman-teman) Kok tidak ada di mana-mana ya? Pasti ada yang main-main sama badanku. Aduh, mereka itu ngomong apa sih? Andai saja aku bisa mendengarnya.
  7. Mayangsari    :    (melihat sekeliling masjid) Ke mana lagi aku harus mencarinya? Aku harus segera tahu siapa yang meninggal itu. Apakah mungkin Ustadzah Rahmi? Aku tidak melihatnya di manaun. Kalaupun iya, aku harus ikut memandikan dan menyalatinya.
  8. Mayangsari    :    Bodoh!! Kenapa aku tidak mencari tahu dengan membaca tulisan di nisan itu? (mendekati nisan) Astaghfirullahaladzim!! Tidak.. Aku belum mati.. Aku masih hidup. Zahra, Azizah, aku masih hidup. Heii!! Dengarkan aku!!
  9. Mayangsari    :  Satu-satunya jalan agar orang dapat mendengar teriakank adalah kembali ke badanku. Aku harus membaca mantra. (konsentrasi membaca mantra) Ya Allah izinkan aku kembali ke badanku. Sakwise lelungan, sakwise ngumbara, mbalek menyang raga, mbaleko menyang raga. Gampang tanpa alangan, gampang kaya dene metu …
  10. Mayangsari  :    Aku sudah kembali (bergumam)

Hei, aku masih hidup, aku belum mati. (bangun sambil melepas kain kain penutup kepala)

Jangan takut! Ak masih kenal kalian.

Aku masih ingat kalian.

Aku masih Mayangsari seperti yang kalian kenal.

Suasana tenang kembali. Ustadzah Murni merangkulku. Disusul Zahra, Azizah dan teman-teman yang lain. Mereka bergantian memelukku. Suasana duka berubah menjadi bahagia bercampur haru biru.

 

Nah, gimana menurut saudara-saudaraku, bagus gak,, hahaha

Enjoy!!!

Iklan

2 thoughts on “Contoh Naskah Drama Monolog

  1. Bagussss…asliiii…aku suka bacanya…klo kamu punya waktu boleh dong sharing2 ttg pementasan monolog, salam kenalll

    • loha, salam kenal juga..
      maaf baru balas.. sedang sok sibuk saja,,
      kalau mau sharing, bisa di komentar sini, silahkan saja.
      tapi monolog di atas cuma salah satu tugas akhir sekolah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s